PALU, KOMPAS.com - Pemprov Sulawesi Tengah menggelar rapat mendadak, Minggu malam, membahas keberadaan Ahmadiyah di daerah itu menyusul reaksi dari Pemuda Himpunan Alkhairaat (HPA) dan Front Pembela Islam yang mendatangi markas Ahmadiyah di Kota Palu, Minggu (20/2/2011) sore.
"Saya juga tidak tahu alasannya, tiba-tiba ada SMS (pesan singkat) rapat malam ini," kata Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulteng Dahlan Tangkaderi, sesaat sebelum pertemuan berlangsung.
Rapat berlangsung di Gubernuran Siranindi, Jalan Moh Yamin. Rapat tersebut dihadiri sejumlah anggota forum koordinasi pimpinan daerah (muspida) provinsi dan forum koordinasi pimpinan daerah Kota Palu.
Selain itu pertemuan juga dihadiri tokoh agama, organisasi keagamaan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, HPA, Front Pembela Islam (FPI), dan dari kalangan Ahmadiyah.
Tampak hadir juru dakwah Ahmadiyah Ahmad Nadjamuddin dan sejumlah pengikut Ahmadiyah di Kota Palu.
Rapat tersebut dipimpin langsung Gubernur HB Paliudju, dan berlangsung tertutup namun wartawan diberi kesempatan mengambil gambar sebelum rapat dimulai.
Rapat yang dijadwalkan berlangsung pukul 17.30 WITA molor hingga pukul 20.30 WITA. Molornya pertemuan tersebut karena menunggu kehadiran FPI dan Pemuda Himpunan Alkhairaat. Saat berita ini dibuat, rapat mendadak tersebut masih berlangsung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang