Pemprov Rapat Mendadak Terkait Ahmadiyah

Kompas.com - 20/02/2011, 21:59 WIB

PALU, KOMPAS.com - Pemprov Sulawesi Tengah menggelar rapat mendadak, Minggu malam, membahas keberadaan Ahmadiyah di daerah itu menyusul reaksi dari Pemuda Himpunan Alkhairaat (HPA) dan Front Pembela Islam yang mendatangi markas Ahmadiyah di Kota Palu, Minggu (20/2/2011) sore.

"Saya juga tidak tahu alasannya, tiba-tiba ada SMS (pesan singkat) rapat malam ini," kata Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulteng Dahlan Tangkaderi, sesaat sebelum pertemuan berlangsung.

Rapat berlangsung di Gubernuran Siranindi, Jalan Moh Yamin. Rapat tersebut dihadiri sejumlah anggota forum koordinasi pimpinan daerah (muspida) provinsi dan forum koordinasi pimpinan daerah Kota Palu.

Selain itu pertemuan juga dihadiri tokoh agama, organisasi keagamaan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, HPA, Front Pembela Islam (FPI), dan dari kalangan Ahmadiyah.

Tampak hadir juru dakwah Ahmadiyah Ahmad Nadjamuddin dan sejumlah pengikut Ahmadiyah di Kota Palu.

Rapat tersebut dipimpin langsung Gubernur HB Paliudju, dan berlangsung tertutup namun wartawan diberi kesempatan mengambil gambar sebelum rapat dimulai.

Rapat yang dijadwalkan berlangsung pukul 17.30 WITA molor hingga pukul 20.30 WITA. Molornya pertemuan tersebut karena menunggu kehadiran FPI dan Pemuda Himpunan Alkhairaat. Saat berita ini dibuat, rapat mendadak tersebut masih berlangsung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau